Lampu Pijar
Oleh: Penikmat Malam
Aku adalah lampu
pijar yang redup di matamu sebelum jam sembilan malam.
Kau tidur terlalu
cepat demi menjemput mimpi-mimpimu yang terlewat mimpi tentang ia yang kau
kirimi pesan tanpa sekalipun memberi balasan.
Dari langit-langit
kulihat kau mengigau menyebut nama seorang perempuan, wajahmu mendadak pucat,
setetes airmata meleleh di pipimu.
Kau terbangun tengah
malam dan menangis sampai pagi, kau bercerita tentang banyak hal, tentang
hari-hari burukmu, tentang kebodohanmu, tentang perempuan yang pernah kau
puja-puja itu.
Pagi tadi kulihat kau
memeluk Ibumu. Erat sekali.
Kau mengungkapkan
semuanya. Perihal malam yang selalu membuatmu menangis, perihal pagi yang
selalu membuatmu bersedih, perihal perempuan yang tempo hari berada tepat
dipikiran membayangi.
Pekalongan, 09
Januari 2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar